Tes Psikotest PLN


Sebenarnya saya tidak mau menuliskan ini, karena saya tidak lolos di tahap ini menuju tahap selanjutnya. Hiks ya ampun sedih banget. Mungkin karena stres kali ya? :(

Jujur saya sudah pernah 2 kali mengikuti psikotest, dan tidak pernah TIDAK LOLOS (oke, ini pembelaan). Tapi kemarin saya bener-bener tau juga sih kesalahan saya ada di mananya, biar kawan-kawan tidak mengulangi hal yang sama, maka saya akan menuliskan apa saja kekeliruan yang saya buat.


Namun sebelumnya akan saya jelaskan dulu tahapan Psikotest PLN 2016 kemarin.

1. Tes Kepribadian (Test PAPI): ini hanya soal sederhana saja, tidak ada jawaban yang benar atau salah, kita tinggal menjawab dengan jujur pertanyaan yang ada. Jangan bohong tentunya, karena akan ketahuan saat wawancara atau saat menggambar.

TIPS: Jawab dengan cepat, menggunakan teknik scanning dalam membaca.


KESALAHAN: Kemarin saya mengerjakan lama, sampai waktunya untuk sesi ini habis. Meski masih diperbolehkan untuk dikerjakan, ya tetap saja jadi catatan buat panitia (mungkin gitu).

2. Mengisi Data Diri + Tes Warteg: Pertama-tama kita diinstruksikan untuk mengisi data diri yang disediakan panitia. Kemudian untuk Tes Warteg, ada enam gambar yang belum utuh jadi kita disuruh mengembangkannya menjadi gambar yang menurut versi kita. Setelah selesai menggambar kita akan disuruh menomori kolom-kolom gambar dimulai dari yang kita gambar paling dulu. Setelah itu kita akan disuruh memberi nama masing-masing gambar, mana yang Sulit (S), Mudah (M), Tidak Suka (S), Suka (S).


TIPS:
-Search di Google gambar-gambar apa aja yang bisa dibuat untuk Tes Warteg ini. Memang tidak perlu keahlian khusus dalam menggambar, tapi semakin rumit gambar yang dibuat berarti semakin kreatif peserta tersebut (menurut kawan saya yang dulu mengambil Jurusan Psikolog)
-Kalau bisa jangan menggambar dengan ditekan atau dihapus-hapus karena Psikotest tentu saja menggunakan pensi HB yang sulit banget dihilangin bekas hapusannya. Kalau itu ada, peserta akan dinilai sebagai seorang yang ragu-ragu (menurut kawan saya yang dulu mengambil Jurusan Psikolog).
-Penomoran urut kalau bisa jangan terlalu urut misalnya I, II, III, IV, V, VI, karena kawan-kawan akan dianggap sebagai orang yang kaku dan selalu terpaku pada aturan. Sebaiknya menomorinya sedikit acak, misalnya gini I, II, IV, III, V, VI. Biar kepribadiannya dikate kreatif dan mau berinovasi gitu. Tapi kalau penomorannya acak banget kayak III, VI, I, V, II maka peserta akan dinilai sebagai orang yang tidak penurut dan suka melanggar aturan (menurut kawan saya yang dulu mengambil Jurusan Psikolog).

KESALAHAN: Yah, disini saya benar-benar lupa kata kawan saya. Saya menomorinya urut I sampai VI. Pasti Psikolog menilai saya orang yang kaku, wkwkwk. Yaelah, padahal aslinya heboh setengah mati dan sedikit pemberontak (sedikit aja sih). Kesalahan kecil, tapi fatal kan? Jangan ditiru gaes.


3. Tes Menggambar Pohon: Tes ini yang saya yakin tidak melakukan kesalahan apapun.

TIPS: Gambar pohon berkambium/berakar tunggang, jangan berakar serabut kayak pohon pisang, kelapa, dll. Kalau saya kemarin sih gambarnya pohon mangga. Oya tips tambahan, gambarnya harus lengkap-selengkapnya mulai akar, daun, batang, buah, ranting. Jangan dihapus-hapus gaes, kertasnya jadi kotor. Psikolog akan menilai kita orang yang ragu-ragu dan tidak rapi dalam bekerja (menurut kawan saya yang dulu mengambil Jurusan Psikolog).

4. Tes Pauli/Tes Koran: Ini nih kesalahan saya yang paling fatal-sefatal fatalnya. Mungkin karena faktor pertama kali mengikuti tes ini jadi gak tau deh tips dan triknya. Intinya tes ini menampilkan berbaris-baris angka di kertas ukuran A3 (sebesar koran), dan kita disuruh menjumlahkan ada yang dari atas ke bawah ada yang dari bawah ke atas. Kalau saya kemarin dari atas ke bawah. Kerjakan dengan tepat, cepat, dan benar, jangan terpengaruh dengan keadaan sekitar. Karena, biasanya di test ini peserta pada kewalahan semua.

TIPS: Ini saya copas dari website tetangga -> Setiap kamu ketemu penjumlahan yang ada angka 9-nya, maka kurangi angka yang lebih kecil dengan 1. Kalau kamu ketemu penjumlahan yang melibatkan angka 8 maka kurangi yang lebih kecil dengan 2. Jika ketemu dengan penjumlahan yang melibatkan angka 7 maka kurangi yang lebih kecil dengan 3.

Jika 9+8 berarti kamu ketemu angka 9 disitu, maka hasilnya adalah 8-1 : 7

Jika 8+7 maka;7-2: 6

Jika 7+6 maka;6-3 : 3 dst.

INGAT hanya kurangi angka yang lebih kecil dengan 1 atau 2 atau 3. Jangan lupa hafalkan hasil dari 7+6, 7+5, 7+4, 8+6, 8+5. Karena selain sering keluar, pada penjumlahan angka ini kamu akan sering berhenti sejenak untuk berpikir yang akibatnya akan menghabiskan waktu. Jadi sebaiknya dihafalkan.

KESALAHAN: Saya mengerjakan dengan melangkahi satu kolom setelah panitia menginstruksikan "Garis". Katanya sih itu fatal banget, karena nanti tidak dinilai pekerjaanya *entahlah.


Demikianlah pengalaman saya, semoga bermanfaat ya. Ingat berusaha dan berdoa selalu, jangan lupa istirahat yang cukup menjelang psikotest, dan kalau bisa browsing-browsing tips dan trik menyelesaikan tes ini. Kalau tidak lolos tidak mengapa, life must go on! Mungkin tempat kerja yang lebih baik sedang menanti #azek. Jangan menyerah jobseeker, 

Berlangganan Info Loker Gratis :